Apakah ada manusia yang dapat selalu berbuat sesuai dengan apa yang
diucapkannya? Munkin hanya nabi saja yang sanggup mengaplikasikan atas apa yang
telah dia ucapkan. Tapi sayangnya kita tidak dapat mengharapkan Tuhan
menurunkan nabi-Nya lagi, karena Al-Qur’an telah mengatakan bahwa Muhammad
Rasulullah saw. Adalah nabi terakhir yang diturunkan-Nya.
Nabi terakhir yang mulia itu, Muhammad Rasulullah saw., telah
bersabda “tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri Cina.” Sabda Nabi ini tidak
salah kalau kita artikan bahwa umat islam harus belajar dari siapapun. Kita pun
dari sini diajarkan untuk tidak melihap siapa orang nya, tetapi lihatlah
ilmunya. Walaupun orang itu berengsekm tapi kebenaran yang keluar dari mulutnya
itu tetaplah suatu kebenaran.
Tampaknya akhir-akhir ini umat islam perlu diingatkan kembali
dengan hal ini. Karena telah banyak tokoh yang tadinya dikagumi, ternyata tidak
dapat konsisten antara perkataan dan perbuatannya. Apapun kata sang tokoh yang
tergelincir itu, tidak pernah dipercayai lagi. Sehingga akhirnya umat yang
tadinya memulai mempelajari islam akhirnya melempem kembali. Rupanya umat masih
ringkih, tidak dapat berkaca dengan sabda Nabi yang dikemukakan diatas.
Mestinya umat harus dibuat tahu, bahwa belajar dari orang Cina yang jelas-jelas
kebanyakan dari mereka adalah kafir, dianjurkan oleh Rasulullah saw. Lalu
mengapa kita tidak mau belajar dari orang yang jelas-jelas islam tetapi belum
mampu untuk selalu menundukkan nafsu jeleknya?
Dengan demikian, marilah kita belajar dari seorang munafik; tentu
nya dengan catatan bahwa “ilmu munafik” yang dimiliki orang itu tidak usah kita
pelajari. Demikian juga, marilah kita belajar dari orang yang suka bergunjing;
tentunya juga dengan catatan yang sama bahwa bukan “ilmu gossip” orang itu yang
akan kita sadap. Dan terakhir, inilah yang paling berat, marilah kita belajar
dari orang gila.
*dirangkum dari buku Renungan Kalbu
*dirangkum dari buku Renungan Kalbu
No comments:
Post a Comment