Tuesday, January 31, 2017

Mambaca Yang Tersirat



Rahasia kesuksesan dan kebahagiaan itu sesunguhnya terletak pada kemampuan kita dalam menyerap makna dari pelajaran-pelajaran yang ada di alam ini untuk diproses lebih lanjut oleh hati menjadi suatu keyakinan yang mantap. Selama manusia menemukan jalan yang akan membawanya pada kebahagiaan itu. Katakanlah, suatu ketika terjadi peristiwa yang disaksikan oleh ratusan pasang mata. Apakah semua orang yang melihat peristiwa itu mengambil hikmah dalam bentuk yang sama? Tentu saja tidak. Karena penalaran masing-masing orang disamping bergantung pada kemampuan akal, ilmu dan kepandaian yang dimilikinya, juga sangat bergantung pada ketulusan niat dan kebersihan jiwanya masing-masing.

Orang yang selalu menjaga dirinya, yaitu orang yang tidak mengotori hatinya dengan segala bentuk dendam, egois, dengki, keras kepala, dan lain sebagainya, akan dapat melihat hakikat suatu kejadian atau peristiwa tanpa ada tirai yang menghalangi. Sebaliknya orang yang larut dalam sifat-sifat tercela, maka cahaya Illahi tidak akan dapat mampir di hatinya. Mereka itulah yang dikatakan mempunyai telinga namun tidak mendengar, dan mempunyai mata namun tidak melihat. Mereka tidak dapat memetik hikma dari peristiwa kehidupan yang sebenarnya sarat dengan pelajaran dan nasihat. Hal ini adalah wajar-wajar saja. Bukankah untuk menangkap sesuatu yang suci, seperti cahaya Illahi, harus menggunakan wadah yang suci juga?


Dengan menyadari hal di atas, masihkah kita mempunyai keinginan untuk dapat melihat apa yang tersirat dari suatu yang tersurat!.

Kebenaran Yang Tersembunyi



Ada seorang ahli hikmah yang berkata bahwa bila Tuhan memberi nikmat kepada kita, sebenarnya Dia ingin kita tahu bahwa Dia itu Maha Baik; sebaliknya bia Dia memberi musibah kepada kita, sebenarnya Dia itu ingin memberi hikmah. Bila kita renungkan, rasanya memang benar. Kalau kita terpaku hanya pada musibahnya saja, maka jelas bagaimanapun musibah itu pasti jelek, namun bila kita tidak memfokuskan  hanya pada musibah itu saja, tetapi juga melihat segala aspek yang ada, maka akan terlihat justru karena adanya musibah itulah hidupnya menjadi lurus. Hal ini mungkin lebih jelas kalau kita lihat tahi lalat yang berada di waja seorang wanita. Kalau kita hanya memfokuskan mata kita pada tahi lalat itu saja, maka tahi lalat itu memang tampak buruk sekali. Tetapi bila kita pandang wajah wanita itu secara keseluruhan, justru wajahnya tampak cantik karena adanya tahi lalat itu!

Memilih Teman



Pengalaman telah membuktikan bahwa sebagian besar warna jiwa kita di bentuk oleh lingkungan. Oleh karena itu, kesadaran untuk memilih lingkungan yang sehat adalah sikap yang sangat bijaksana. Sebagai ilustrasi, renungkanlah kisah yang dialami oleh kulit kambing berikut ini.

Monday, January 30, 2017

We are Different



Perilaku orang yang berilmu itu seharusnya berbeda dengan perilaku orang yang tidak berilmu. Apabila ada orang yang berilmu melakukan sesuatu perbuatan bodoh sebagaimana yang dilakukan oleh orang yang tidak berilmu, maka hal ini dapat diibaratkan bagai seorang jawara yang di kala berkelahi lupa akan ilmu silatnya.

Belajar Dari Orang Zalim



Apakah ada manusia yang dapat selalu berbuat sesuai dengan apa yang diucapkannya? Munkin hanya nabi saja yang sanggup mengaplikasikan atas apa yang telah dia ucapkan. Tapi sayangnya kita tidak dapat mengharapkan Tuhan menurunkan nabi-Nya lagi, karena Al-Qur’an telah mengatakan bahwa Muhammad Rasulullah saw. Adalah nabi terakhir yang diturunkan-Nya.

Ingin Bertambah atau Berkurang!



Bayangkanlah bila suatu ketika ada tetangga yang mengirim makanan kepada kita. Bila kita menyambutnya dengan acuh tak acuh dan kemudian tanpa ucapan terima kasih kita kembalikan tempat makanannya itu tanpa kita bersihkan terlebih dahulu, apakah munkin di lain waktu ia akan mengirim makanan lagi kepada kita? Sekarang bayangkan pula bila kita menerima makanan kirimannya itu dengan lemah lembut sambil memuji-muji kebaikan hatinya. Lalu kita kembalikan tempat makanannya dalam keadaan bersih, sambil berkali-kali mengucapkan terima kasih. Apakah munkin di kemudian hari ia akan mengirim makanan lagi kepada kita? Munkin kita berani mengatakan ya. Apalagi seandainya di waktu lain kita melihat anaknya terjatuh, lalu kita tergopoh-gopoh berusaha menolongnya dengan memberi obat seperlunya. Niscaya kemungkinan itu akan bertambah besar.

Friday, January 27, 2017

Perburuan Imaginer



Adakah orang yang tidak ingin kaya? Munkin jawabannya adalah tidak ada. Kalaupun ada, pastilah sangat sulit menemukan orang yang ogah sama harta. Tetapi pernahkah kita berpikir untuk apa sebenarnya kekayaan yang kita buru itu? Barangkali kita setuju dengan pendapat kebanyakan orang bahwa dengan memiliki kekayaan yang berlimpah, maka segala keinginan kita akan dengan mudah diwujudkan. Kita tidak perlu bermandi peluh berjejalan di dalam bis kota, ataupun kita tidak perlu harus mengencangkan ikat pinggang di kala musim paceklik. Tetapi benarkan semua itu mampu membuat kita mendapatkan kebahagiaan yang hakiki, bukan kebahagiaan semu?

10 Kelebihan yang Dimiliki Oleh Anak

 Setiap anak memiliki potensi oleh Allah swt. Allah memberikan 10 kelebihan kepada anak, maka orang tua harus memperhatikan kecerdasannya: 1...