Di dalam cahaya-Mu aku belajar mencintai.
Di dalam keindahan-Mu aku
belajar menulis puisi.
Karna kesunyian adalah bahasa Mu, selain itu
hanyalah terjemahan yang buruk.
Isi aku dengan anggur dari sunyi-Mu,
biarkan anggur itu merendam pori-poriku,
hingga Keindahan dari Yang Maha
Agung akan terungkap bagiku.
Hati-hati dengan kebanggaan yang berlebihan, karena hanya menghasilkan kesombongan. Selagi kesuksesan sejati belum di tangan, jangan merasa diri lebih daripada orang lain. Baiklah kita saling merendahkan hati, supaya pada akhirnya kita ditinggikan !!!
Thursday, January 5, 2017
Saturday, December 3, 2016
"Kalian Adalah Saudaraku"
Jagalah rahasia temanmu, tutupilah keburukannya dan diamlah jangan memperbesar kesalahannya yang sedang dibicarakan oleh orang lain. Tanpa rasa saling menghormati apa bedanya manusia dengan binatang? Jika kalian seperti ini terus, apa yang harus ku lakukan, apa yang bisa ku perbuat? Haruskah aku bunuh diri, atau minum secangkir kopi?... Astagfirullah,
Sore ini aku bisa menuliskan bait-bait yang paling sedih. Menyadari bahwa aku tak lagi memlikinya. Merasakan bahwa aku telah kehilangannya. Mendengarkan suara setiap malam yang tak bertepi, tapi makin tak bertepi tanpanya, tanpa mu, tanpa kalian.
Sore ini aku bisa menuliskan bait-bait yang paling sedih. Menyadari bahwa aku tak lagi memlikinya. Merasakan bahwa aku telah kehilangannya. Mendengarkan suara setiap malam yang tak bertepi, tapi makin tak bertepi tanpanya, tanpa mu, tanpa kalian.
#kertas putih
Mencari Cinta
Aku lebih baik mencari cinta, itulah yang terutama, ketimbang bersorak-sorai di tengah jalan.
Aku lebih baik mencari cinta, itulah tujuan hatiku, ketimbang berpikir dengan bijak tetapi bertindak dengan konyol.
Aku lebih baik mencari cinta, begitulah aku diajarkan, ketimbang mencari seekor anjing yang baik, lalu menggigitku.
Aku lebih baik mencari cintaaaaaa, karena cinta membawa kegairahan yang begitu besar, membuatku lupa akan asam nya buah jeruk.
Cinta membuatku tidak pernah takut dengan kegelapan, sehingga rasanya seperti melenyapkan semua penderitaan hidup dalam beberapa jam kenikmatan.
Aku lebih baik mencari cinta.....
SANG PENCIPTA ALAAAAMMM, BERIKANLAH KAMI CINTAAA........
Aku lebih baik mencari cinta, itulah tujuan hatiku, ketimbang berpikir dengan bijak tetapi bertindak dengan konyol.
Aku lebih baik mencari cinta, begitulah aku diajarkan, ketimbang mencari seekor anjing yang baik, lalu menggigitku.
Aku lebih baik mencari cintaaaaaa, karena cinta membawa kegairahan yang begitu besar, membuatku lupa akan asam nya buah jeruk.
Cinta membuatku tidak pernah takut dengan kegelapan, sehingga rasanya seperti melenyapkan semua penderitaan hidup dalam beberapa jam kenikmatan.
Aku lebih baik mencari cinta.....
SANG PENCIPTA ALAAAAMMM, BERIKANLAH KAMI CINTAAA........
"Jangan Tanyakan Padaku"
Jika seseorang memiliki sifat yang baik, apakah kebaikan lainnya dibutuhkan? Jika seseorang terkenal, apalah arti dari sebuah riasan?. Menurutmu apa arti kehidupan sesungguhnya? hhmmmm kamu berkata, apa arti kehidupan. Aku harus jawab apa? Dan, kepada siapa aku harus bertanya tentang kebingunganmu.? Di setiap persimpangan jalan, aku melihat tema kehidupan, "kerasnya hidup ini"! Di pinggir kali, aku melihat tema kehidupan, "hidup ini tak adil".! Di tembok sebuah bangunan, akumelihat tema kehidupan, "hidup adalah berjuang".! Di tempat ibadah, aku melihat tema kehidupan, "hidup itu menuju akhirat".! Bahkan di dalam hutan sekalipun aku melihat tema kehidupan, "yang kuat yang menang, atau hidup tak bertuan, rimba raya tanpa kerajaan" hakhakhakhak.! dan masih banyak tema kehidupan lainnya. Lantas, kehidupan seperti apa yang kau tanyakan kepadaku, wahai kisanak? Sudahlah, aku pun juga tak tahu banyak tentang kehidupan, aku tak mau lagi mencari arti kehidupan ini, karna aku hanya ingin mencari tahu bagaimana cara meninggal yang baik.
Yasudah lah katamu. Aku kasih tau, aku bergerak dalam bentuk yang tak terhitung, waktu yang tiada batas, dalam kehidupan setelah kehidupan dan usia setelah usia selamanya. Aku pun juga tak tahu apakah ada lagi kehidupan setelah neraka padam?
Mari kita nikmati kopi pahit ini, wahai kisanak.
Yasudah lah katamu. Aku kasih tau, aku bergerak dalam bentuk yang tak terhitung, waktu yang tiada batas, dalam kehidupan setelah kehidupan dan usia setelah usia selamanya. Aku pun juga tak tahu apakah ada lagi kehidupan setelah neraka padam?
Mari kita nikmati kopi pahit ini, wahai kisanak.
Percakapan Dua Cahaya Langit
Cahaya 1:
Ada apa dengan penghuni bumi ini? kenapa mereka selalu mengeluh dengan suatu keadaan. Apakah mereka tak bisa melihat lagi? Apakah sinaranku sudah tak mampu menajamkan mata mereka untuk melihat antar sesama? Haruskah aku menambah volume sinar tubuhku agar mereka makin kepanasan, sehingga tak satupun ada tempat berlindung. Bahkan tak satupun kesejukan yang mampu memberikan kenyamanan pada tubuhnya. Haruskah aku marah? Dan membuat api di sekeliling mereka. Karna aku muak dengan tingkah laku nya dan tidak kebersyukuran dirinya.
Cahaya 2:
Aku sudah merelakan diriku sebagai pemantul sinarmu dan memberikan cahaya remang kepada mereka agar mereka bisa istirahat, dan tubuhku selalu dianggap indah ketika aku bertelanjang. Mereka melihat aku sangat sempurna. Tetapi apa, mereka bukannya istirahat malah masih membuat kegaduhan, mengganggu ketentraman yang lain. Sebagian dari mereka mempergunakan cahayaku untuk menepi dari keramaian, mereka berzina, mereka mencuri, mereka merampok. Mereka bersyukur dengan keindahan warnaku, tetapi tidak bersyukur dengan nikmat yang telah dikarunia-i untuk mereka. Mereka tidak menyalami ku ketika aku ada, tetapi mereka mencariku ketika aku ditutupi awan hitam, bahkan mereka sebagian mengutuk diriku. Entah apa salahku pada merera. Aku sedih, ingin rasanya aku pergi ke planet lain. Karna disana tak ada yang mengutukku.
Aku sudah merelakan diriku sebagai pemantul sinarmu dan memberikan cahaya remang kepada mereka agar mereka bisa istirahat, dan tubuhku selalu dianggap indah ketika aku bertelanjang. Mereka melihat aku sangat sempurna. Tetapi apa, mereka bukannya istirahat malah masih membuat kegaduhan, mengganggu ketentraman yang lain. Sebagian dari mereka mempergunakan cahayaku untuk menepi dari keramaian, mereka berzina, mereka mencuri, mereka merampok. Mereka bersyukur dengan keindahan warnaku, tetapi tidak bersyukur dengan nikmat yang telah dikarunia-i untuk mereka. Mereka tidak menyalami ku ketika aku ada, tetapi mereka mencariku ketika aku ditutupi awan hitam, bahkan mereka sebagian mengutuk diriku. Entah apa salahku pada merera. Aku sedih, ingin rasanya aku pergi ke planet lain. Karna disana tak ada yang mengutukku.
Cahaya 1:
Jangan lah engkau bersedih, sungguh aku tak kuasa melihatmu di zalimi oleh mereka. Lantas, apa yang harus kita lakukan? Haruskah aku mengeringkan air laut agar mereka selalu memohon ampun? Haruskah aku membakar semua pepohonan agar mereka mengetahui betapa pentingnya Sang Pencipta Alam bagi mereka?
Jangan lah engkau bersedih, sungguh aku tak kuasa melihatmu di zalimi oleh mereka. Lantas, apa yang harus kita lakukan? Haruskah aku mengeringkan air laut agar mereka selalu memohon ampun? Haruskah aku membakar semua pepohonan agar mereka mengetahui betapa pentingnya Sang Pencipta Alam bagi mereka?
Cahaya 2:
Jangan samakan diri kita dengan mereka yang tak tahu akan tanggung jawab mereka sebagai insan dunia. Tak tahu rasa berterima kasih, tak tahu rasa bersyukur walaupun sehari. Ada waktunya bagi mereka untuk menerima amarahmu, suatu kehangatan yang tak terbayangkan oleh mereka. Munkin sebentar lagi akan ada surat perintah untuk mu dan untuk ku meninggalkan mereka. Entah itu selama 7 hari, 7 bulan, atau 7 tahun. Wallahualam.
Jangan samakan diri kita dengan mereka yang tak tahu akan tanggung jawab mereka sebagai insan dunia. Tak tahu rasa berterima kasih, tak tahu rasa bersyukur walaupun sehari. Ada waktunya bagi mereka untuk menerima amarahmu, suatu kehangatan yang tak terbayangkan oleh mereka. Munkin sebentar lagi akan ada surat perintah untuk mu dan untuk ku meninggalkan mereka. Entah itu selama 7 hari, 7 bulan, atau 7 tahun. Wallahualam.
Cahaya 1:
Engkau memang mampu membuatku reda, wahai pemantul cahaya ku. Mari kita lihat saja, dan selalulah kita terangi jalan mereka. Entah itu jalan yang benar, entah itu jalan yang salah, atau jalan mereka sendiri. Karna kita takkan lama menyinari mereka.
Engkau memang mampu membuatku reda, wahai pemantul cahaya ku. Mari kita lihat saja, dan selalulah kita terangi jalan mereka. Entah itu jalan yang benar, entah itu jalan yang salah, atau jalan mereka sendiri. Karna kita takkan lama menyinari mereka.
Kedua penyinar itu tetap memberikan sinaran cahaya terang dan redup, tak pernah lelah, tak pernah mengeluh. Karena mereka tahu bahwa mereka dapat perintah dan menjadi tanggung jawab serta kewajiban sebagai penyinar. Itulah takdir mereka.
Salam Kata Tanpa Makna
Internal Audit
Audit adalah suatu pekerjaan yang bertugas melakukan pengecekan-pengecekan di seluruh isi suatu kantor, baik itu data, operasional, finance, dll. Dan audit disebut sebagai Auditor.
Auditor dianggap sebagai pelaku yang lurus, tegas, dan korektif. Dia tidak berhak memberikan punishment kepada audittee. Namun, para audittee selalu beranggapan bahwa auditor adalah object yang mengerikan, bahkan siap dikatakan sebagai tamu tak diharapkan. Dengan berbagai cara audittee untuk mengelabui auditor yang sedang mencari informasi. Biasanya audittee sering mengajak auditor ngobrol-ngobrol dengan tujuan untuk memperlambat proses kerja audit, ngajak jalan-jalan, bahkan ada yang mengajak karaokean di song bar.
Auditor adalah object yang lurus dan taat SOP. audittee yang di audit selalu berkilah, berdalih atau beralasan apapun dengan kuat untuk membela diri dari serangan audit. Data-data pendukungpun siap ditampilkan, jikapun data tersebut tidak lah kuat, maka audittee memberikan ancaman maupun tantangan kepada auditor. Biar begitu, audit tetap membuatkan report hasil temuannya ke Holding sebagai bukti hasil kerja, walaupun sesungguhnya masih ada lagi item-item yang terlewatkan, kalo kata Serius Band mah "audit juga manusia". Sepenuhnya hal itu bukanlah kesalahan auditor, kenapa bisa demikian? Karna beberapa audittee tidak koperatif dengan auditor, mereka membisu dengan segudang informasi. Sehingga pengecekan dan analisa audit tidak berjalan dengan mulus. Oleh sebab itu, auditor harus mampu menguasai ruang budaya audittee sebelum beraksi, auditor harus mampu menebar senyum agar tidak dianggap angker, auditor harus memiliki komunikasi yang bagus agar kata-katanya diterima oleh audittee, auditor harus sering menatap setiap ketikan yang dilakukan oleh audittee, dan menganalisa kinerja mereka yang di ambil dari beberapa sampling, lalu memberikan solusi or saran kepada audittee. Dengan itu, para audit sudah siap masuk ke ranah perang, dengan senjata-senjata yang lengkap, walaupun dengan beberapa senjata yang kecil.
Itulah ringkasan keseharianku sebagai seroang Audit.
Auditor dianggap sebagai pelaku yang lurus, tegas, dan korektif. Dia tidak berhak memberikan punishment kepada audittee. Namun, para audittee selalu beranggapan bahwa auditor adalah object yang mengerikan, bahkan siap dikatakan sebagai tamu tak diharapkan. Dengan berbagai cara audittee untuk mengelabui auditor yang sedang mencari informasi. Biasanya audittee sering mengajak auditor ngobrol-ngobrol dengan tujuan untuk memperlambat proses kerja audit, ngajak jalan-jalan, bahkan ada yang mengajak karaokean di song bar.
Auditor adalah object yang lurus dan taat SOP. audittee yang di audit selalu berkilah, berdalih atau beralasan apapun dengan kuat untuk membela diri dari serangan audit. Data-data pendukungpun siap ditampilkan, jikapun data tersebut tidak lah kuat, maka audittee memberikan ancaman maupun tantangan kepada auditor. Biar begitu, audit tetap membuatkan report hasil temuannya ke Holding sebagai bukti hasil kerja, walaupun sesungguhnya masih ada lagi item-item yang terlewatkan, kalo kata Serius Band mah "audit juga manusia". Sepenuhnya hal itu bukanlah kesalahan auditor, kenapa bisa demikian? Karna beberapa audittee tidak koperatif dengan auditor, mereka membisu dengan segudang informasi. Sehingga pengecekan dan analisa audit tidak berjalan dengan mulus. Oleh sebab itu, auditor harus mampu menguasai ruang budaya audittee sebelum beraksi, auditor harus mampu menebar senyum agar tidak dianggap angker, auditor harus memiliki komunikasi yang bagus agar kata-katanya diterima oleh audittee, auditor harus sering menatap setiap ketikan yang dilakukan oleh audittee, dan menganalisa kinerja mereka yang di ambil dari beberapa sampling, lalu memberikan solusi or saran kepada audittee. Dengan itu, para audit sudah siap masuk ke ranah perang, dengan senjata-senjata yang lengkap, walaupun dengan beberapa senjata yang kecil.
Itulah ringkasan keseharianku sebagai seroang Audit.
Monday, May 23, 2016
KETIKA PUISI DATANG
Aku munkin bukanlah orang yang mampu mewujudkan segala impian dan keinginan ku untuk semuanya, aku hanya bisa berharap dan berhayal semoga semua itu menjadi kenyataan. Tetapi, aku tidak kuat dengan tenaga yang ku punya. Mereka yang kuhadapi adalah orang-orang yang menakjubkan, orang-orang yang tidak bisa ku rangkul dengan diriku sendiri. Terkadang aku ingin lari dan menepi dari sebuah kerumunan yang ku anggap adalah orang-orang yang menyepakati keinginan kebersamaan dari awal terbentuknya komunitas. tetapi ada beberapa hal yang masih membuatku bertahan, ada sebagian orang-orang yang tidak munkin kutinggalkan disana. Mereka masih membutuhkan cerita, kisah, dan juga motivasi dari ku. Hal ini merupakan benteng untuk diri yang tidak bisa lari, karena aku menganggap mereka adalah saudara-saudara ku. Anggapan ini datang ketika awal terbentuknya komunitas, kesepakatan kita bersama adalah, "yang bergabung dengan komunitas ini adalah saudara, tidak ada kata kami, yang ada hanyalah kata "Kita"." Hatiku melayang dibadung angin ketika mendengar sebuah visi yang menyatakan "gw banget". Namun dengan berjalannya waktu, visi tersebut mulai memudar dihiasi debu, sehingga tidak tampak jelas lagi visi yang mereka tuliskan, yang mereka simpan di laci memory masing-masing. Aku kecewa...
Memang benar bahwa membangun sebuah komunitas itu tidaklah hal sulit, tetapi bagaimana merancang, mengatur strategi kedepan, mempertahankan, itu adalah hal yang sulit. Namun, bukan berarti kita dengan mudah melupakan sebuah wejangan/slogan yang sudah dituliskan dan disepakati bersama. ada apa sebenarnya? kenapa bisa begitu? apakah itu hanya sebuah slogan? atau hanya sekedar jimat perangsang agar mudah untuk merekrut orang-orang disekitar?
Aku mulai merasakan ketidaknyamanan dalam hati, ingin rasanya berlari membiarkan langkah ku berjalan yang rasanya sudah tidak tahan lagi dengan lingkungan yang ku anggap "keluarga" (kaki ku aja bisa merasakan, apalagi hati). Tapi aku tidak mau membiarkan hari-hari ku, hatiku penuh dengan kekesalan dan kekecewaan, karna aku tau apa yang bisa membuat ku mampu untuk melupakan kekecewaan ini. Beberapa hal yang kulakukan untuk menghapus jejak hitam ini di hati ku yaitu, mulai dari bekerja, mendengarkan musik, tapi..... rasanya masih kurang. Ingatan ini masih membelenggu konsentrasiku, tersimpan di sela-sela benak ku yang bersegi banyak. Namun aku masih terus berusaha untuk menghapus jejak itu.
Aku jadi teringat dengan seseorang yang aku pernah berbincang-bincang dengannya di Taman Suropati Menteng, inisial F. Dia adalah seorang yang ku anggap mampu untuk menghanyutkan rasa kacau yang ada dibenakku pada saat ini. Tanpa ragu lagi aku meminta untuk membuatkan sebuah puisi, sebuah aljimat yang bisa membuatku lepas dari belenggu yang tidak kuharapkan kehadirannya. Aku bercerita dengannya, menceritakan kisah kegalauan ini yang munkin rasanya "lebay" sekali. Tapi aku ga peduli, ini semua demi kenyamanan ku, demi diriku, dan demi masa depanku (agar bisa konsentrasi bekerja).
F memang seseorang yang kuharapkan kehadirannya, tak segan-segan dia membantuku untuk melenyapkan/move on dari kekesalan itu. Seorang gadis periang, yang selalu bertegur sapa dengan sesama, entah siapapun itu, dia tetap selalu berbagi senyum dengan yang lain. Tak ada seorang pun yang bisa mengelakkan sharing itu, sesuai dengan kata bijak "HAPPINESS ONLY REAL WHEN SHARED". Karna aku sudah merasakannya.
Seperti pinta ku tadi, F membuatkan sebuah puisi yang memiliki kekuatan, memiliki magnet spirit, membuat akal ku kembali menjadi sehat seperti kemaren-kemaren. Rencanaku berhasil untuk memulihkan keadaan. Tak bisa kupungkiri, puisi memang adalah bahasa kalbu yang datang dari dalam hati, dan paling dalam. Puisi bukanlah sebuah rangkaian kata-kata logika. Ketika puisi yang kita baca itu menarik, maka tak satupun kacang kulit akan terkupas. Thanks a million. :)
Aku mulay kembali membara, semangatku mulai terisi. Tapi kembali lagi keawal, apakah aku masih akan tetap bertahan dengan sebuah lingkaran yang terbatas.? Karna disatu sisi, aku tidak akan pernah membiarkan hatiku hitam dengan hal-hal yang tidak berarti bagiku, sebuah kisah yang tidak munkin akan kusimpan. Aku tidak akan membuat atau meninggalkan kisah hitam kepada orang-orang sekitar, sahabat baik, juga generasiku.
Secuil harapan awal ini akan ku ulangi lagi sebagai reminder teruntuk mereka, jangan hanya dijadikan penghias tembok, itu bukanlah sebuah kutipan, bukanlah sebuah dinding motivasi, tetapi itu adalah sebuah slogan yang harus di taati sesuai perjanjian. Dan berharap semoga mereka juga memiliki sebuah keinginan dan impian yang sama dengan yang lain, termasuk dengan impian yang ada didalam benakku, dan aku yakin merekapun juga berusaha untuk menjadi satu.
DAMAILAH SAUDARAKU
Memang benar bahwa membangun sebuah komunitas itu tidaklah hal sulit, tetapi bagaimana merancang, mengatur strategi kedepan, mempertahankan, itu adalah hal yang sulit. Namun, bukan berarti kita dengan mudah melupakan sebuah wejangan/slogan yang sudah dituliskan dan disepakati bersama. ada apa sebenarnya? kenapa bisa begitu? apakah itu hanya sebuah slogan? atau hanya sekedar jimat perangsang agar mudah untuk merekrut orang-orang disekitar?
Aku mulai merasakan ketidaknyamanan dalam hati, ingin rasanya berlari membiarkan langkah ku berjalan yang rasanya sudah tidak tahan lagi dengan lingkungan yang ku anggap "keluarga" (kaki ku aja bisa merasakan, apalagi hati). Tapi aku tidak mau membiarkan hari-hari ku, hatiku penuh dengan kekesalan dan kekecewaan, karna aku tau apa yang bisa membuat ku mampu untuk melupakan kekecewaan ini. Beberapa hal yang kulakukan untuk menghapus jejak hitam ini di hati ku yaitu, mulai dari bekerja, mendengarkan musik, tapi..... rasanya masih kurang. Ingatan ini masih membelenggu konsentrasiku, tersimpan di sela-sela benak ku yang bersegi banyak. Namun aku masih terus berusaha untuk menghapus jejak itu.
Aku jadi teringat dengan seseorang yang aku pernah berbincang-bincang dengannya di Taman Suropati Menteng, inisial F. Dia adalah seorang yang ku anggap mampu untuk menghanyutkan rasa kacau yang ada dibenakku pada saat ini. Tanpa ragu lagi aku meminta untuk membuatkan sebuah puisi, sebuah aljimat yang bisa membuatku lepas dari belenggu yang tidak kuharapkan kehadirannya. Aku bercerita dengannya, menceritakan kisah kegalauan ini yang munkin rasanya "lebay" sekali. Tapi aku ga peduli, ini semua demi kenyamanan ku, demi diriku, dan demi masa depanku (agar bisa konsentrasi bekerja).
F memang seseorang yang kuharapkan kehadirannya, tak segan-segan dia membantuku untuk melenyapkan/move on dari kekesalan itu. Seorang gadis periang, yang selalu bertegur sapa dengan sesama, entah siapapun itu, dia tetap selalu berbagi senyum dengan yang lain. Tak ada seorang pun yang bisa mengelakkan sharing itu, sesuai dengan kata bijak "HAPPINESS ONLY REAL WHEN SHARED". Karna aku sudah merasakannya.
Seperti pinta ku tadi, F membuatkan sebuah puisi yang memiliki kekuatan, memiliki magnet spirit, membuat akal ku kembali menjadi sehat seperti kemaren-kemaren. Rencanaku berhasil untuk memulihkan keadaan. Tak bisa kupungkiri, puisi memang adalah bahasa kalbu yang datang dari dalam hati, dan paling dalam. Puisi bukanlah sebuah rangkaian kata-kata logika. Ketika puisi yang kita baca itu menarik, maka tak satupun kacang kulit akan terkupas. Thanks a million. :)
Aku mulay kembali membara, semangatku mulai terisi. Tapi kembali lagi keawal, apakah aku masih akan tetap bertahan dengan sebuah lingkaran yang terbatas.? Karna disatu sisi, aku tidak akan pernah membiarkan hatiku hitam dengan hal-hal yang tidak berarti bagiku, sebuah kisah yang tidak munkin akan kusimpan. Aku tidak akan membuat atau meninggalkan kisah hitam kepada orang-orang sekitar, sahabat baik, juga generasiku.
Secuil harapan awal ini akan ku ulangi lagi sebagai reminder teruntuk mereka, jangan hanya dijadikan penghias tembok, itu bukanlah sebuah kutipan, bukanlah sebuah dinding motivasi, tetapi itu adalah sebuah slogan yang harus di taati sesuai perjanjian. Dan berharap semoga mereka juga memiliki sebuah keinginan dan impian yang sama dengan yang lain, termasuk dengan impian yang ada didalam benakku, dan aku yakin merekapun juga berusaha untuk menjadi satu.
DAMAILAH SAUDARAKU
Subscribe to:
Posts (Atom)
10 Kelebihan yang Dimiliki Oleh Anak
Setiap anak memiliki potensi oleh Allah swt. Allah memberikan 10 kelebihan kepada anak, maka orang tua harus memperhatikan kecerdasannya: 1...
-
Setiap anak memiliki potensi oleh Allah swt. Allah memberikan 10 kelebihan kepada anak, maka orang tua harus memperhatikan kecerdasannya: 1...
-
Tidak sulit mencari lelaki kaya. Tapi tidak mudah menemukan lelaki yang pantas Anda cintai sekaligus membuat Anda tidak akan jadi “kaum dua...
-
Bila kau baik, maka aku juga baik. Bilau kau jahat, maka aku jauh lebih jahat. Siapa yang pernah mengkonsumsi ayat sesat diatas? 👆 Jika...
