Aku munkin bukanlah orang yang mampu mewujudkan segala impian dan keinginan ku untuk semuanya, aku hanya bisa berharap dan berhayal semoga semua itu menjadi kenyataan. Tetapi, aku tidak kuat dengan tenaga yang ku punya. Mereka yang kuhadapi adalah orang-orang yang menakjubkan, orang-orang yang tidak bisa ku rangkul dengan diriku sendiri. Terkadang aku ingin lari dan menepi dari sebuah kerumunan yang ku anggap adalah orang-orang yang menyepakati keinginan kebersamaan dari awal terbentuknya komunitas. tetapi ada beberapa hal yang masih membuatku bertahan, ada sebagian orang-orang yang tidak munkin kutinggalkan disana. Mereka masih membutuhkan cerita, kisah, dan juga motivasi dari ku. Hal ini merupakan benteng untuk diri yang tidak bisa lari, karena aku menganggap mereka adalah saudara-saudara ku. Anggapan ini datang ketika awal terbentuknya komunitas, kesepakatan kita bersama adalah, "yang bergabung dengan komunitas ini adalah saudara, tidak ada kata kami, yang ada hanyalah kata "Kita"." Hatiku melayang dibadung angin ketika mendengar sebuah visi yang menyatakan "gw banget". Namun dengan berjalannya waktu, visi tersebut mulai memudar dihiasi debu, sehingga tidak tampak jelas lagi visi yang mereka tuliskan, yang mereka simpan di laci memory masing-masing. Aku kecewa...
Memang benar bahwa membangun sebuah komunitas itu tidaklah hal sulit, tetapi bagaimana merancang, mengatur strategi kedepan, mempertahankan, itu adalah hal yang sulit. Namun, bukan berarti kita dengan mudah melupakan sebuah wejangan/slogan yang sudah dituliskan dan disepakati bersama. ada apa sebenarnya? kenapa bisa begitu? apakah itu hanya sebuah slogan? atau hanya sekedar jimat perangsang agar mudah untuk merekrut orang-orang disekitar?
Aku mulai merasakan ketidaknyamanan dalam hati, ingin rasanya berlari membiarkan langkah ku berjalan yang rasanya sudah tidak tahan lagi dengan lingkungan yang ku anggap "keluarga" (kaki ku aja bisa merasakan, apalagi hati). Tapi aku tidak mau membiarkan hari-hari ku, hatiku penuh dengan kekesalan dan kekecewaan, karna aku tau apa yang bisa membuat ku mampu untuk melupakan kekecewaan ini. Beberapa hal yang kulakukan untuk menghapus jejak hitam ini di hati ku yaitu, mulai dari bekerja, mendengarkan musik, tapi..... rasanya masih kurang. Ingatan ini masih membelenggu konsentrasiku, tersimpan di sela-sela benak ku yang bersegi banyak. Namun aku masih terus berusaha untuk menghapus jejak itu.
Aku jadi teringat dengan seseorang yang aku pernah berbincang-bincang dengannya di Taman Suropati Menteng, inisial F. Dia adalah seorang yang ku anggap mampu untuk menghanyutkan rasa kacau yang ada dibenakku pada saat ini. Tanpa ragu lagi aku meminta untuk membuatkan sebuah puisi, sebuah aljimat yang bisa membuatku lepas dari belenggu yang tidak kuharapkan kehadirannya. Aku bercerita dengannya, menceritakan kisah kegalauan ini yang munkin rasanya "lebay" sekali. Tapi aku ga peduli, ini semua demi kenyamanan ku, demi diriku, dan demi masa depanku (agar bisa konsentrasi bekerja).
F memang seseorang yang kuharapkan kehadirannya, tak segan-segan dia membantuku untuk melenyapkan/move on dari kekesalan itu. Seorang gadis periang, yang selalu bertegur sapa dengan sesama, entah siapapun itu, dia tetap selalu berbagi senyum dengan yang lain. Tak ada seorang pun yang bisa mengelakkan sharing itu, sesuai dengan kata bijak "HAPPINESS ONLY REAL WHEN SHARED". Karna aku sudah merasakannya.
Seperti pinta ku tadi, F membuatkan sebuah puisi yang memiliki kekuatan, memiliki magnet spirit, membuat akal ku kembali menjadi sehat seperti kemaren-kemaren. Rencanaku berhasil untuk memulihkan keadaan. Tak bisa kupungkiri, puisi memang adalah bahasa kalbu yang datang dari dalam hati, dan paling dalam. Puisi bukanlah sebuah rangkaian kata-kata logika. Ketika puisi yang kita baca itu menarik, maka tak satupun kacang kulit akan terkupas. Thanks a million. :)
Aku mulay kembali membara, semangatku mulai terisi. Tapi kembali lagi keawal, apakah aku masih akan tetap bertahan dengan sebuah lingkaran yang terbatas.? Karna disatu sisi, aku tidak akan pernah membiarkan hatiku hitam dengan hal-hal yang tidak berarti bagiku, sebuah kisah yang tidak munkin akan kusimpan. Aku tidak akan membuat atau meninggalkan kisah hitam kepada orang-orang sekitar, sahabat baik, juga generasiku.
Secuil harapan awal ini akan ku ulangi lagi sebagai reminder teruntuk mereka, jangan hanya dijadikan penghias tembok, itu bukanlah sebuah kutipan, bukanlah sebuah dinding motivasi, tetapi itu adalah sebuah slogan yang harus di taati sesuai perjanjian. Dan berharap semoga mereka juga memiliki sebuah keinginan dan impian yang sama dengan yang lain, termasuk dengan impian yang ada didalam benakku, dan aku yakin merekapun juga berusaha untuk menjadi satu.
DAMAILAH SAUDARAKU
Hati-hati dengan kebanggaan yang berlebihan, karena hanya menghasilkan kesombongan. Selagi kesuksesan sejati belum di tangan, jangan merasa diri lebih daripada orang lain. Baiklah kita saling merendahkan hati, supaya pada akhirnya kita ditinggikan !!!
Monday, May 23, 2016
Subscribe to:
Comments (Atom)
10 Kelebihan yang Dimiliki Oleh Anak
Setiap anak memiliki potensi oleh Allah swt. Allah memberikan 10 kelebihan kepada anak, maka orang tua harus memperhatikan kecerdasannya: 1...
-
Setiap anak memiliki potensi oleh Allah swt. Allah memberikan 10 kelebihan kepada anak, maka orang tua harus memperhatikan kecerdasannya: 1...
-
Ayah adalah hero in silent. Untuk menentukan kecerdasan anak perempuan dan kemandirian. Semua tergantung ayahnya (peran ayah). Berbakti itu...
-
Bila kau baik, maka aku juga baik. Bilau kau jahat, maka aku jauh lebih jahat. Siapa yang pernah mengkonsumsi ayat sesat diatas? 👆 Jika...
